Zakatfitrah.com – Zakat adalah ibadah sosial yang mempunyai peranan besar dalam mewujudkan keadilan ekonomi umat Islam.
Kewajiban untuk menunaikan zakat telah disyariatkan bahkan termasuk dalam salah satu rukun Islam yang wajib dikerjakan.
Harta yang telah dikeluarkan untuk zakat tidak boleh dibagikan kepada sembarang orang karena semua sudah ada ketentuannya masing-masing sebagaimana yang termuat dalam QS. At-Taubah ayat 60.
Baca Juga: Apakah Boleh Zakat Diberikan kepada Nonmuslim? Ini Penjelasan Lengkapnya!
Selain ada golongan yang berhak untuk menerima zakat, ternyata ada juga golongan yang haram menerima zakat.
Lalu, Siapa saja sebenarnya golongan yang tidak berhak menerima zakat? Mari kita bahas lebih mendalam untuk mengetahui golongan tersebut agar tidak salah langkah kedepannya.
4 Golongan Yang Tidak Berhak Menerima Zakat
Inilah 4 golongan yang tidak berhak menerima zakat:
1. Orang Kafir atau Non Muslim
Para ulama sepakat bahwa orang kafir atau non muslim tidak berhak menerima zakat. Hal ini berlandaskan pada sebuah hadits yang berbunyi, “(Zakat) diambil dari
orang-orang kaya mereka dan dikembalikan kepada orang-orang miskin di antara
mereka.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Kata ‘mereka’ pada hadits tersebut merujuk pada kaum muslimin, sehingga non muslim tidak termasuk dalam golongan penerima zakat.
2. Keturunan Rasulullah SAW
Keturunan Rasulullah (Bani Hasyim dan Bani Muthalib) termasuk dalam golongan yang haram menerima zakat. Hal ini berdasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang melarang keluarganya mengambil zakat, karena zakat termasuk “kotoran manusia” atau pembersih harta umat.
“(Zakat) diambil dari orang-orang kaya mereka dan dikembalikan kepada orang-orang miskin di antara mereka.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
3. Orang Kaya
Mereka yang mempunyai harta kekayaan yang cukup, baik untuk kebutuhan dirinya ataupun keluarganya tidak boleh menerima zakat. Sepadan dengan hadits Rasulullah SAW yang berbunyi, “Tidak halal zakat diberikan kepada orang kaya” yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, dan lainnya.
Pada dasarnya, zakat ditujukan untuk membantu mereka yang kekurangan, bukan menambah kekayaan yang sudah mapan.
4. Orang yang Berada dalam Tanggung Jawab Nafkah Muzakki (Pemberi Zakat)
Para ulama fiqih sepakat bahwa zakat tidak boleh diberikan kepada orang yang berada dalam tanggungan nafkah seperti, orang tua (termasuk nasabnya ke atas), istri, anak, dan cucu. Hal ini dikarenakan muzakki mempunyai kewajiban memberikan nafkah untuk mereka bukan memberikan zakat.
Memahami golongan yang tidak berhak menerima zakat merupakan langkah awal yang paling penting agar penyaluran zakat tepat sasaran dan sesuai syariat.
Hal ini mencegah penyaluran zakat yang tidak tepat, sehingga tujuan dari pelaksanaan zakat untuk membantu mustahik tercapai.
Demikianlah penjelasan mengenai 4 golongan yang tidak berhak menerima zakat dalam Islam. Semoga umat Islam yang menunaikan zakat pada tahun ini senantiasa diterima oleh Allah SWT.
Baca Juga: Zakat Fitrah: Pengertian, Hukum dan Tujuan
Penulis: Hilda Asani Mustika
Editor: Suci Wulandari





