Zakatfitrah.com – Zakat fitrah seringkali ditunaikan pada akhir bulan Ramadhan atau memasuki syawal sebelum shalat Ied, tapi sudahkah kamu memahami apa itu zakat fitrah? Apa hakikat dan tujuan dari pelaksanaan zakat fitrah?
Lebih dari sekadar kewajiban yang dikeluarkan tiap tahun, zakat fitrah merupakan penyempurna dari ibadah puasa kita sebelumnya sebagai pembersih jiwa dan juga bentuk kepedulian sosial. Simak penjelasan lengkapnya dalam pembahasan berikut!
Pengertian Zakat Fitrah
Zakat fitrah secara etimologi berasal dari Bahasa Arab yang terdiri dari 2 kata yakni zakat dan fitrah. Dua kata ini merupakan susunah idhofah yang tersusun dari mudhof dan mudhof ilaih. Kata zakat berarti suci, berkembang keberkahan dan pujian.
Sementara fitrah berarti karakter asli atau watak. Adapun secara istilah, zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh seluruh umat Islam pada saat bulan Ramadhan selesai sebagai penyuci jiwa dari segala dosa dan memberikan makanan kepada kaum fakir miskin .
Pelaksanaan zakat fitrah pertama kali pada tahun ke-2 Hijriah dan bertepatan dengan tahun disyariatkannya berpuasa Ramadhan. Zakat fitrah dapat dibayarkan sejak awal bulan Ramadhan dan paling lambat sebelum shalat Idul Fitri.
Baca Juga: Niat Zakat Fitrah Lengkap: Untuk Diri Sendiri, Istri, Anak dan Keluarga
Hukum Zakat Fitrah
Mayoritas para ulama hukum menunaikan zakat fitrah adalah fardhu ‘ain atau wajib dilakukan oleh siapapun. Adapun kewajiban tersebut berlandaskan pada firman Allah QS. At-Taubah ayat 103 sebagai berikut
خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (At-Taubah: 103)
Kewajiban untuk menunaikan zakat fitrah juga telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadits-nya yang berbunyi:
عن ابن عباس قال: فرض رسول اهلل زكاة الفطر طهرة للصائم من اللهو و الرفث و طعمة للمساكني. فمن أداىا قبل الصالة فهي زكاة مقبولة, و من أداىا بعد الصالة فهي و وصححو احلاكم صدقة من الصدقات (رواه ابو داود وابن جم )
Artinya: “Dari Ibnu Abbas dia berkata telah diwajibkan oleh Rasulullah zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan keji serta memberi makanan bagi orang-orang miskin. barang siapa yang menunaikan sebelum shalat hari raya (shalat ied), maka zakat itu diterima dan barang siapa yang membayarnya sesuah shalat, maka itu sebagai sadaqah biasa.” (HR. Abu Daud dan Ibnu majjah)
Tujuan Zakat Fitrah
Tujuan zakat fitrah adalah untuk membersihkan jiwa atau menyucikan diri dari segala dosa yang melekat serta bentuk kepedulian terhadap orang yang kurang mampu. Selain itu, zakat fitrah sebagai wujud berbagi kebahagiaan dalam menyambut suasana kemenangan hari raya Idul Fitri yang harus dirasakan oleh semua kalangan muslim.
Nah demikianlah pembahasan terkait pengertian, hukum dan tujuan dari disyariatkannya zakat fitrah. Jadi zakat fitrah bukan hanya sekadar kewajiban yang harus ditunaikan ketika menjelang Idul Fitri, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual tentang pembersihan diri, sebagai penyempurna puasa serta kepedulian terhadap sesama manusia.
Mari kita jadikan momentum zakat fitrah bukan hanya tradisi tahunan tapi sebagai sarana untuk memperluas hati dan mempererat persaudaraan antar umat muslim. Ingatlah, ketika kita berupaya untuk membahagiakan orang lain, pada saat itulah Allah telah mempersiapkan kebahagiaan untuk kita baik di dunia maupun di akhirat. Tunaikan zakatmu sekarang juga dengan mudah dan cepat hanya di bayarzakat.com.
Penulis: Hilda Asani Mustika
Editor: Ghina Shelda Aprelka





